Sensor Tekanan Oli Mesin Otomotif

Sensor MEMS yang direkayasa secara presisi untuk pemantauan tekanan oli secara real-time, memastikan perlindungan engine dengan akurasi ±0,5% dan penyegelan IP67 dalam kondisi pengoperasian yang ekstrem. Kisaran Tekanan Akurasi Perlindungan 0–1000 kPa ± 0,5% FS IP67

MEMS-based automotive oil pressure sensor measuring 0-1000 kPa with IP67 protection and temperature compensation for engine monitoring systems

Parameter Spesifikasi
Jenis Sensor Sensor Tekanan Oli
Teknologi Transduser tekanan berbasis MEMS
Kisaran Tekanan 0–1000 kPa (dapat disesuaikan)
Akurasi ± 0,5% FS (10 ° C – 85 ° C), 3 % f ( 40 ° C – 150 ° C)
Suhu Operasi -40 ° C hingga + 150 ° C
Sinyal Keluaran 0,4–4,65V (analog) atau PWM (digital)
Tegangan Pasokan 4,75–5,25 VDC
Perlindungan tegangan lebih 18 VDC
Perlindungan Polaritas Terbalik -14 VDC
Perlindungan Hubung Pendek Iya
Perlindungan EMC/ESD Sesuai dengan IEC 61000-6-2
Ketahanan Getaran 10–2000 Hz, >20g
Ketahanan Guncangan 50g
Penyegelan Peringkat IP67
Pemasangan Antarmuka berulir M14 × 1.5
Bahan Perumahan Paduan aluminium
Kepatuhan RoHS, REACH, ISO 7637-2
Sensor Tekanan Oli Mesin Otomotif adalah komponen keselamatan penting dalam mesin pembakaran internal modern, yang dirancang untuk terus memantau tekanan oli dalam sistem pelumasan engine dan mengirimkan data yang tepat ke Unit Kontrol Engine (ECU). Sensor ini menggunakan teknologi MEMS (Micro-Electro-Mechanical Systems) canggih untuk mengubah fluktuasi tekanan oli menjadi sinyal listrik yang sangat akurat, memungkinkan deteksi langsung kondisi tekanan rendah yang dapat menyebabkan kerusakan mesin bencana. Tidak seperti sensor mekanis tradisional, desain berbasis MEMS menghilangkan bagian yang bergerak, memastikan kinerja yang konsisten di rentang suhu ekstrem (-40°C hingga +150°C) dan lingkungan getaran tinggi yang khas pada kendaraan tugas berat.
Algoritme kompensasi titik nol dan suhu yang cerdas secara otomatis menyesuaikan penyimpangan termal, mempertahankan akurasi skala penuh ±0,5% antara 10°C dan 85°C—sangat penting untuk engine yang sesuai dengan emisi yang beroperasi dalam kondisi beban dinamis. Sensor ini memiliki mekanisme perlindungan yang komprehensif: pengamanan tegangan lebih (18V DC), resistansi polaritas terbalik (-14V DC), dan pencegahan hubung singkat, memastikan integritas operasional dalam sistem kelistrikan otomotif yang kompleks. Seluinnya dengan peringkat IP67 memberikan penyegelan lengkap terhadap oli, debu, dan kelembapan, memperpanjang masa pakai sebesar 40% dibandingkan dengan sensor standar.
Untuk OEM otomotif global, sensor ini menawarkan penyesuaian penuh di 12 parameter utama termasuk rentang tekanan (0–1000 kPa), format sinyal keluaran (0,4–4,65V atau PWM), konfigurasi pemasangan (ulir M14×1,5), dan bahan rumah (aluminium/baja). Tim teknik berkolaborasi dengan klien untuk mengoptimalkan kurva kalibrasi untuk arsitektur engine tertentu, memastikan integrasi yang mulus dengan sistem ECU dari pemasok utama seperti Bosch dan Delphi. Sebagai produsen terkemuka di China, perusahaan menyediakan dukungan R&D end-to-end—mulai dari pembuatan prototipe awal hingga produksi massal—yang didukung oleh sertifikasi ISO 9001 dan IATF 16949. Setiap unit menjalani pengujian otomatis 100% terhadap standar SAE J1939 di fasilitas seluas 50.000 meter persegi, dengan ketertelusuran penuh dari bahan baku hingga perakitan akhir. Dokumentasi teknis termasuk laporan FMEA dan sertifikat pengujian lingkungan mempercepat waktu ke pasar sekaligus mengurangi klaim garansi melalui daya tahan yang unggul.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Sensor Tekanan Oli Mesin Otomotif”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Need a Quote or Have Questions?

Please fill out the form below, our engineers will contact you within 24 hours.