Sensor Arus Shunt Otomotif

Sensor arus berbasis resistor shunt rendah dengan akurasi tinggi dan rendah untuk pengukuran aliran arus tinggi yang tepat pada kendaraan listrik dan hibrida, ideal untuk Sistem Manajemen Baterai (BMS). Rentang Pengukuran Akurasi Komunikasi Ratusan hingga Ribuan Ampli Presisi tinggi, TCR rendah LIN 2.2 / 2.1 / 2.0  

Compact shunt-based current sensor with integrated NTC temperature sensor for high-precision current measurement in electric vehicle battery systems

Parameter Spesifikasi
Jenis Sensor Sensor Arus Berbasis Shunt
Prinsip Pengukuran Penurunan tegangan melintasi resistor presisi
Rentang Pengukuran Ratusan hingga Ribuan Amp (dapat dikonfigurasi)
Akurasi Presisi tinggi, TCR rendah (Koefisien Resistansi Suhu)
Linearitas Linearitas yang sangat baik di seluruh jangkauan
Koefisien Suhu Sangat rendah, stabil pada kisaran suhu yang luas
Suhu Operasi -40 ° C hingga + 125 ° C
Suhu penyimpanan -40 ° C hingga + 130 ° C
Tegangan Pasokan Kompatibel dengan sistem otomotif standar
Antarmuka Komunikasi LIN 2.2 / 2.1 / 2.0
Sinyal Keluaran Digital melalui protokol LIN
EMF termal Sangat rendah
Fitur Bawaan Sensor suhu NTC terintegrasi
Bahan Paduan dengan stabilitas jangka panjang yang tinggi
Metode Pemasangan Pemasangan baut/sekrup, koneksi langsung ke busbar
Dimensi Desain persegi panjang yang ringkas, dioptimalkan untuk menghemat ruang
Kepatuhan RoHS, REACH, ISO 7637-2, AEC-Q100 Kelas 1
Peringkat Keamanan Sesuai dengan ASIL-B
Sensor Arus Shunt adalah perangkat pengukuran arus berkinerja tinggi yang dirancang khusus untuk digunakan dalam Sistem Manajemen Baterai (BMS) kendaraan listrik (EV) dan kendaraan listrik hibrida (HEV). Ini menggunakan teknologi resistor shunt presisi untuk mengukur arus DC besar—mulai dari ratusan hingga ribuan ampere—dengan akurasi luar biasa dan stabilitas jangka panjang. Sensor bekerja dengan menempatkan resistansi rendah dan resistensi tinggi presisi tinggi secara seri dengan jalur arus utama, di mana penurunan tegangan melintasi shunt sebanding dengan arus yang mengalir melaluinya. Sinyal tegangan kecil ini kemudian diperkuat dan diproses oleh sirkuit terintegrasi sebelum ditransmisikan melalui bus LIN ke BMS untuk pemantauan status pengisian/pengosongan baterai secara real-time.
Salah satu keunggulan utama sensor ini adalah penggunaan bahan khusus dengan koefisien resistansi suhu (TCR) yang sangat rendah, memastikan penyimpangan minimal pada suhu pengoperasian yang luas—dari -40 °C hingga +125 °C. Hal ini membuatnya sangat andal dalam kondisi ekstrem seperti pengisian cepat, pengereman regeneratif, atau suhu sekitar yang tinggi. Desainnya yang ringkas dan kokoh memungkinkan pemasangan langsung pada titik sambungan unit baterai menggunakan baut atau sekrup, memungkinkan integrasi tanpa batas ke dalam arsitektur distribusi daya yang ada tanpa kerumitan kabel tambahan. Strukturnya yang sederhana memastikan keandalan dan kemudahan perawatan yang tinggi, sementara konstruksi bahan paduan memberikan stabilitas jangka panjang yang sangat baik dan ketahanan terhadap siklus termal dan tekanan mekanis.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Sensor Arus Shunt Otomotif”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Need a Quote or Have Questions?

Please fill out the form below, our engineers will contact you within 24 hours.